Postingan

Ini cerita pertamaku, mana ceritamu

Gambar
Hari ini, menit ini dan detik ini adalah hari pertama aku mengisi blog pribadiku. Niat untuk menulis sebenarnya sudah lama, namun karena terbentur dengan berbagai kemalasan yang melanda, akhirnya blogku terbengkalai. Agak menyesal sebenarnya, karena baru menulis sekarang, ya gimana aku dulu ngak mudeng kalo blog buatnya tidak terlalu susah wkwk. Blog ini tidak kubuat dengan tanganku sendiri guys, ini dibuatkan oleh seorang kakak tingkat yang sangat puitis, melanklonis dan penuh imajinatif. Biasa ku panggil mbak Mey, nama lengkapnya adalah May Sarah. Jurusan Tadris Bahasa Inggris atau disingkat Tebe'i , IAIN Metro pastinya. Berawal di sebuah UKM yang bernama KRONIKA, aku diperkenalkan dengan dirinya. Sesosok yang ramah, periang dan humble luar biasa. Aku mulai tertarik dengan tulisan-tulisannya, setelah berkenalan atau basa basi yang terlalu basi  ternyata hobi kita sama, yaitu menulis. Dan karena aku belum ada wadah untuk memuat tulisan-tulisanku yang ngak jelas dan unfaedah ...

Untuk Manusia-Manusia Datar, yang seringkali Termarginalkan

Gambar
Hidup dan menghidup sebagai seorang manusia tentu berinteraksinya dengan sesama manusia. Begitu pula dengan makhluk hidup lain, tentu mereka lebih sering berinteraksi dengan sesama spesiesnya. Menjadi manusia itu, enak-enak, tidak enak kawan. Setiap kepala tentunya memiliki pemikirannya masing-masing. Isi kepala tersebut dipengaruhi oleh lingkungan sekitar, pengalaman, bacaan, pola hidup, panutan dan orang-orang yang menginspirainya. Setiap aktivitas tentu berasal dari apa yang ia pikirkan. Dari berbagai pengaruh tersebut lama-kelamaan menjadi kepribadian. Berbicara tentang kepribadian, tentu aku paling menyukainya. Dari berbagai macam human , tentu ada yang berkepribadian pemalu, pemberani, mudah panik, pemberontak sampai yang berekspresi datar.  Nah, untuk manusia yang berkepribadian datar, saya sudah tidak sabar akan membahasnya dengan sudut pandang saya sendiri tentunya. Kata teman-teman aku adalah salah satu manusia yang memiliki kepribadian tersebut.  Tentu sangat ...

Hidupmu, kamulah yang berhak menentukan

Gambar
Menjadi seorang wanita, tentu memiliki standar kecantikan dan standar bahagia yang berbeda-beda. Tidak jarang mereka berusaha keras untuk mendapatkan itu semua. Begitu pula denganku, aku memiliki standar kecantikan dan standar bahagia versiku.  Aku selalu menyukai apapun yang aku lakukan, bahagia ketika berusaha melakukan apapun yang ingin ku lakukan. Namun terkadang aku harus dipaksa mengikuti standar hidup mereka. Terutama dalam hal menentukan teman hidup. Terutama teman-teman alumni, ya memang niatnya bagus tapi terkadang sering menyudutkan. "Masak diumur segitu ngak punya pacar, awas hati-hati. Apalagi sekarang populasi laki-laki lebih sedikit daripada perempuan", salah satu diantaranya dan masih banyak yang lainnya. Di usia saya, yang saya yakini masih remaja ini. Memang banyak teman-teman yang sudah menikah atau setidaknya mereka memiliki pacar yang mereka yakini akan menjadi jodohnya di masa depan. Jadi wajar, jika mereka merasa aneh denganku, yang kemana-mana ...

[Review] Novel The Perfect Muslimah_Ahmad Rifa’i Rifan

Gambar
“ Indah akhlaknya. Dalam ilmu agamanya. Teguh imannya. Cerdas Akhlaknya. Luas pergaulannya. Indah parasnya ”.-prolog. Baru membaca di bagian awal, sudah disuguhkan kriteria muslimah yang ideal. Yang membuatku langsung membayangkan, andaikan aku bisa seperti itu, heheee. Bukan ajang pembanding diri, yang saya maksudkan adalah bagaimana seandainya kita menjadi sebaik-baiknya wanita. Kodrat wanita bukan hanya dikenal dengan tiga  3M yaitu, macak, masak, manak . Di dalam buku ini, kita diajak memaknai wanita yang lebih luas. Wanita sejajar dengan pria, dalam hal karir dan menentukan masa depannya serta menjadi wanita yang mandiri. Wanita tidak boleh pasif atau hanya pasrah, menjadi wanita juga harus mempunyai cita-cita dan semangat hidup. Dan yang lebih kerennyaaa, ini adalah wanita muslimah yang sering diidentikkan terkekang dengan batasan-batasan kewanitaanya. Tokoh dalam novel ini tidak hanya satu orang, namun beberapa muslimah yang kak Rifa'i Rifan kenal, yang baik a...

Fatamorgana

Gambar
Siluetmu semakin jelas dipelupuk mata Sedang yang ku percaya, kau adalah fana Nafsu ingin, atau kemunafikan barangkali? Memiliki yang terlanjur pergi, bisakah? Ah, aku jadi ingin bertanya Daku yang tak menjaga? Atau tuan yang mudah tergoda? Editor: MB May Sarah

Perbedaan paradigma anak dan orang tua

Gambar
Seberapa seringkah kalian berbeda pendapat atau berbeda paradigma antara kamu dengan orang tua?. Kalau sering berati kita sama wkwkk. Salahkah? Menurutku hal ini tidak salah dan tidak perlu merasa bersalah, tergantung bagaimana kita menyikapinya. Yang salah adalah jika kita merasa paling benar dengan pendapat kita dan mengganggap pendapat orang tua salah, tidak gaul dan sudah ketinggalan zaman. Orang tua cenderung berfikir jauh kedepan, tidak perlu mengikuti trend yang penting masa depan anaknya cerah, ngak hidup susah. Mereka kebanyakan menuntut anaknya untuk menerima keadaan, tidak aneh-aneh, apa adanya. Melarang anaknya untuk menuntut ini dan itu, melarang ikut ini dan ikut itu. Orang tua cenderung tidak menyukai perubahan, tidak mau ribet dan mengharuskan kita untuk selalu nerimo atau menerima keadaan. Tanpa disadari orang tua telah membuat anaknya terjebak di zona nyaman. Namun, tidak semua pemikiran orang tua seperti itu, tapi kebanyakan begitu. Hehee  Dulu orang ...